Selasa, 23 Februari 2010

Bagaimanakah seharusnya sifat seorang pemimpin,,,

Melihat situasi sekarang mungkin ada baiknya para pemimpin kita meniru dan meneladani sosok Nabi Muhammad SAW. Ingat sekali lagi yang saya bicarakan bukan mengenai ajarannya tapi lebih terhadap sifat dan akhlak beliau, karena tidak ada salahnya kita membahasnya karena beliau telah dianggap sebagai salah satu pemimpin yang paling berpengaruh didunia.

Untuk itu saya akan perlihatkan beberapa sifat dan akhlak beliau yang harus kita teladani,

1. Seorang pemimpin yang ingin menyenangkan dan melayani bawahannya,
Salah satu kisah yang memperlihatkan sosok beliau dalam menyenangkan dan melayani adalah "...saat sahabat beliau datang terlambat ke majelis beliau, tempat telah penuh sesak, ia meminta izin untuk mendapat tempat namun sahabat yang lain tidak ada yang mau memberinya tempat, saat dia bingung Rasul memanggilnya dan memintanya duduk didekatnya, tidak cukup sampai disitu, bahkan Rasul pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikannya alas duduk. Dengan berlinang air mata sahabat tersebut menerimanya tetapi tidak dijadikannya sebagai alas akan tetapi menciumnya..."
Senangkah kita apabila melihat orang yang kita hormati, kita junjung tiba-tiba melayani kita....????

2. Seorang pendengar yang baik
Dalam satu kesempatan yang lain, "...ketika di Mekkah, Nabi didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabiah. Ia berkata pada Nabi, Wahai kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki, Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika kau inginkan kemulian akan kami muliakan engkau, jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan obat, jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami.
Nabi mendengar dengan sabar uraian tokoh musyrik ini, tidak sekalipun beliau membantah atau memotong pembicaraannya. Ketika Utbah berhenti, Nabi bertanya, Sudah selesaikah, Ya Abal Walid? Sudah, kata Utbah. Nabi membalas ucapan Utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi bersujud, sementara itu Utbah duduk mendengarkan Nabi sampai menyelesaikan bacaannya..."
Peristiwa ini sudah lewat ratusan tahun lalu, kita tidak heran bagaimana Nabi dengn sabar mendengarkan pendapat dan usul Utbah, tokoh musyrik. Kita mengenal akhlak Nabi dalam menghormati pendapat orang lain.
Yang menakjubkan adalah perilaku kita sekarang, bahkan oleh Utbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mau mendengarkan Nabi dan menyuruh kaumnya membiarkan Nabi berbicara.
Kita, jangankan mendengarkan pendapat orang lain yang berseberangan/ beda kelompok dengan kita, dari saudara atau sekelompok pun seringkali enggan untuk mendengarkan.

3. Seorang yang menghargai dan menepati janji,
Ada kisah yang menceritakan bahwa beliau sosok yang akan menepati dan menghargai sebuah janji, meskipun janji tersebut diucapkan terhadap lawan/ musuhnya, karena bagi beliau janji adalah janji.
Berbeda dengan sekarang semua janji yang diucapkan seringkali hanya sebuah isapan jempol belaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar